TUGAS LAPORAN BACAAN
MAGANG
"E-Learning Sebagai Media Pembelajaran"
Dosen Pengampuh: Farninda Aditya, M. Pd.
Oleh:
Pratiwi Amalia Putri
4F, Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak
(12001218)
Dunia pendidikan di Indonesia semakin mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan ini terlihat dari semakin beragamnya metode pembelajaran yang digunakan. Metode yang digunakan banyak memanfaatkan berbagai media untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran (Wiwin Hartanto).
Media dalam prespektif pendidikan merupakan instrumen yang sangat strategis dalam ikut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sebab keberadaannya secara langsung dapat memberikan dinamika tersendiri terhadap peserta didik. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi (Cheppy Sunzuphy).
Perkembangan berbagai media pembelajaran ini seiring dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat. Dinamika teknologi saat ini mencapai akselerasi yang luar biasa. Teknologi yang dipelajari beberapa tahun yang sudah lalu mulai tergantikan dengan teknologi yang baru termasuk berbagai cara pembelajaran secara konvensional (Wiwin Hartanto).
Menurut Oemar Hamalik media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Bentuk perkembangan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran adalah menggunakan e-learning. E-learning merupakan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, tidak hanya dalam penyampaian materi pembelajaran tetapi juga perubahan dalam kemampuan berbagai kompetensi peserta didik.
Pengertian E-Learning
E-learning merupakan kependekan dari electronic learning, sedangkan pengertiannya e-learning sebagai dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Cheppy Sunzuphy). Menurut (Dahiya, 2012), e-learning adalah teknologi informasi dan komunikasi untuk mengaktifkan siswa untuk belajar kapanpun dan dimanapun. E-Learning menggabungkan metode pengajaran dan teknologi sebagai sarana dalam belajar (Jo Hamilton Jones, 2003). Ada 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-learning), yaitu:
- Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan, dalam hal ini dibatasi pada penggunaan internet.
- Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya External Harddisk, Flaskdisk, CD-ROM, atau bahan cetak.
- Tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.
- Lembaga yang menyelenggarakan dan mengelola kegiatan e-learning.
- Sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet.
- Rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari dan diketahui oleh setiap peserta belajar.
- Sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar.
- Mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
Media Pembelajaran berbasis e-learning ini menuntut peserta didik untuk belajar secara mandiri dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar peserta didik mampu termotivasi, mengarahkan dan mengatur dirinya sendiri dalam proses kegiatan pembelajaran.
Dengan adanya media pembelajaran e-learning peserta didik akan menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat memanfaatkan kemampuan atau perkembangan teknologi secara maksimal untuk mengakses informasi yang dibutuhkan (Aisyah Kusumarini, 2020).
Manfaat E-Learning
Proses belajar mengajar akan berjalan efektif dan efisien bila didukung dengan tersedianya media yang menunjang. Hal ini disebabkan karena potensi peserta didik akan lebih terangsang bila dibantu dengan sejumlah media atau sarana dan prasarana yang mendukung proses interaksi yang sedang dilaksanakan. Pemanfaatan e-learning dengan baik dapat meningkatkan hasil pembelajaran dengan maksimal. Beberapa manfaat dari e-learning diantaranya menurut Rohmah (2016).
- Dengan adanya e-learningmaka dapatmempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
- E-learningmempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan materi.
- Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajarsetiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didikdapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
- Dengan e-learningproses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadidi dalam ruangan kelas saja, tetapi dengan bantuan peralatan komputer danjaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar.
- Fleksibilitas tempat dan waktu, jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu, maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran.
- Independent learning, e-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Jika ia mengalami kesulitan, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami.
- Biaya, banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biayatransportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar, biaya administrasi pengelolaan, penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar.
- Fleksibilitas kecepatan pembelajaran, e-learning dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing siswa. Apabila siswa belum mengerti dan memahami modul tertentu, maka ia dapat mengulanginya lagi sampai ia paham.
- Standarisasi pengajaran, pelajaran e-learning selalu memiliki kualitas sama setiap kali diakses dan tidak tergantung suasana hati pengajar.
- Efektifitas pengajaran, penyampaian pelajaran e-learning dapat berupa simulasi dan kasus-kasus, menggunakan bentuk permainan dan menerapkan teknologi animasi canggih.
- Kecepatan distribusi, e-learning dapat dengan cepat menjangkau ke seluruh penjuru, tim desain hanya perlu mempersiapkan bahan pelajaran secepatnya dan menginstal hasilnya di server pusat e-learning.
- Ketersediaan On-Demand, e-learning dapat diakses sewaktu-waktu.
- Otomatisasi proses administrasi, e-learning menggunakan suatu Learning Management System (LMS) yang berfungsi sebagai platform pelajaran-pelajaran e-learning. LMS berfungsi pula menyimpan data-data pelajar, pelajaran, dan proses pembelajaran yang berlangsung.
Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
Kelebihan
- Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi melalui fasilitas internet secara regular dengan mudah, kapan saja kegiatan tersebut dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
- Secara bersama guru dan siswa dapat menggunakan materi ajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, dimana antara guru dan siswa dapat menilai seberapa jauh materi ajar dipelajari.
- Siswa dapat mengulang atau me-review materi ajar setiap saat, kapan saja dan dimana saja mengingat materi ajar tersimpan di komputer.
- Siswa dapat mengakses materi ajar melalui internet bila memerlukan informasi yang berkaitan dengan materi ajar yang hendak dipelajarinya.
- Guru dan siswa dapat melakukan interaksi atau diskusi melalui internet, dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
- Merubah peran siswa menjadi lebih aktif.
- Lebih efisien dalam waktu bilamana siswa jauh dari tempat belajar atau sekolah konvesional.
Kekurangan
- Adanya kurang interaksi antara guru dan siswa atau antara siswa dengan siswa sendiri, yang menyebabkan memperlambat terbentuknya values dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
- Adanya kecendurangan terabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek komersil atau bisnis.
- Lebih cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan pada proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
- Adanya perubahan akan peran guru, yang semula menguasai teknik pembelajaran konvesional, saat ini dituntut untuk mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
- Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung mengalami kegagalan.
- Tidak semua tempat ada fasilitas internet.
- Kurangnya tenaga yang mengetahui dan terampil dalam penguasaan internet dan kurangnya penguasaan bahasa komputer atau bahasa pemrograman.
Aisyah Kusumarini. (2020). Implikasi Media Pembelajaran E-Learning Terhadap pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). <https://www.researchgate.net/publication/341201876>
Nuke L. Chusna. (2019). Pembelajaran E-Learning. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan KALUNI, Jakarta.
HARTANTO. Wiwin. Penggunaan E-Learning Sebaagi Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial, [S.I]. v. 10, nov. 2016. ISSN 2548-7175. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPE/article/view/3438>
Cheppy Sunzuphy. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Komentar
Posting Komentar