TUGAS LAPORAN BACAAN
MAGANG 1
"KONSEP MANAJEMEN KELAS"
Dosen Pengampuh: Farninda Aditya, M. Pd.
Oleh:
Pratiwi Amalia Putri
4F, Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak
(12001218)
A. Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan (Hadari Nawawi, dalam Alfian Erwinsyah, 2017). Sedangkan kelas diartikan sebagai sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Menurut Pidarta, manajemen merupakan proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem kelas. Artinya, guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas, sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya dan energinya.
Menurut Sudirman, manajemen kelas adalah upaya dalam mendayagunakan potensi kelas, karena itu kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksi edukatif, maka agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.
Kelas sebagai lingkungan belajar siswa yang merupakan aspek dari lingkungan yang harus diorganisasikan dan dikelola secara sistematis. Lingkungan ini harus diawasi, agar kegiatan belajar mengajar bisa terarahdan menuju pada sasaran yang dikehendaki. Karakteristik lingkungan yang baik, yaitu kelas yang memiliki sifat merangsang dan menantang siswa untuk selalu belajar memberi rasa aman dan kepuasan dalam tujuan belajar (Romdloni, 2017).
Simpulannya, manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa di dalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana atau kondisi kelas yang menyenangkan sehingga dapat menimbulkan, membangkitkan serta memelihara atau mempertahankan motivasi belajar siswa agar dapat senantiasa melibatkan diri secara aktif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah (Yeni A & Dina S N, 2019).
B. Fungsi Manajemen Kelas
Manajemen kelas berfungsi sebagai alat bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Penerapan fungsi-fungsi manajemen di dalam kelas yang dilakukan oleh guru dapat mendukung tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Penggerakan
- Pengarahan
- Pengkoordinasian
- Pengendalian,
- Inovasi
- Menyampaikan sejumlah keterangan-keterangan dan fakta-fakta kepada peserta didik
- Memberikan tugas-tugas kepada peserta didik
- Mengoreksi atau memeriksanya
C. Tujuan Manajemen Kelas
Berikut tujuan dari Manajemen Kelas menurut Dirjen Dikdasmen,
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
- Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
- Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Aktivitas terpenting yang perlu dilakukan guru adalah memanaj, mengorganisir, dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Sebagai guru hendaknya memiliki keterampilan dalam mengelola kelas, seperti memutuskan, memahami, mendiagnosis, dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas (Asep Suryana, 2006).
Selanjutnya, dalam (Alfian erwinsyah, 2017) ada 3 tujuan dari manajemen kelas, yaitu:
- Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.
- Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
- Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan di kelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
D. Unsur-Unsur Manajemen Kelas
- Preventif, yaitu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran. Upaya yang dilakukan seperti tanggap/peka, perhatian.
- Refrensif, yaitu upaya pemulihan keadaan sesudah terjadi penyimpangan nilai dan norma.
- Modifikasi tingkah laku, yaitu bahwa setiap tingkah laku dapat diamati.
E. Kegiatan Manajemen Kelas
Dalam modul manajemen kelas (Asep Suryana, 2006), kegiatan manajemen kelas secara garis besar meliputi dua kegiatan, yaitu:
- Pengaturan orang (siswa), yaitu bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginanya.
- Pengaturan fasilitas, yaitu kegiatan yang harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam aktivitasnya di dalam kelas. Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman, aman, dan belajar dengan baik.
Pada memanajemen kelas diperlukannya peran guru yang dalam proses pembelajarannya guru tidak hanya mendidik, mengajar, dan melatih, melainkan guru juga harus bisa membaca situasi kelas dan kondisi siswanya agar mudah dalam menyampaikan materi dan tercapai tujuan pembelajarannya.
Guru merupakan sebagai unsur utama dalam tercapainya sebuah keberhasilan pendidikan. Untuk menghasilkan pembelajaran yang berkualitas maka perlu adanya upaya besar yang dilakukan oleh seorang guru, seperti menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, aman, dan nyaman bagi peserta didik sehingga pembelajaran tersebut menjadi efektif dan efisien (guru memiliki kemampuan dalam mengelola kelas).
Jadi, urgensi dari manajemen kelas adalah sebagai upaya untuk memperoleh tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien yang dapat dilakukan guru dengan menciptakan dan memilihara kondisi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan sehingga membuat peserta didik memiliki rasa nyaman dan kepuasaan dalam mengikuti proses pembelajaran yang diselenggarakan.
Referensi:
Alfian Erwinsyah. (2017). Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar. TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 5, No. 2, hal: 87-105.
Romdloni. (2017). Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Melalui Manajemen Kelas. Jurnal: Evaluasi, Vol. 1, No. 2, hal 151-166.
Sunhaji. (2014). Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Kependidikan, Vol. 2, No. 2, hal: 30-46.
Yeni A, Dina S N. (2019). Urgensi Manajemen Kelas Untuk Mencapai Tujuan Pembelajaran. SUNDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, Vol. 1, No. 1, hal: 12-24.
.png)
Komentar
Posting Komentar