Langsung ke konten utama

Karakteristik Peserta Didik

 LAPORAN BACAAN

MAGANG 1

"KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK"

Dosen Pengampuh: Farninda Aditya, M. Pd.

Oleh:

Pratiwi Amalia Putri

4F, Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak

(12001218)


A. Pengertian Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Jadi, karakteristik peserta didik adalah keseluruhan pola kelakuan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya (Isniatun Munawaroh, M. Pd).

Menurut Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017), karakteristik peserta didik adalah salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka.

Sebagai pendidik (guru) hendaknya mengenal karakteristik peserta didik, karena dengan mengenal karakteristik peserta didik akan membantu guru dalam menghantarkan mereka untuk mengejar cita-cita yang diinginkan. Tujuan dari memahami karakteristik peserta didik adalah untuk mengkondisikan apa yang harus diajarkan, bagaimana mengkondisikan siswa belajar sesuai dengan karakteristiknya masing-masing (Dr. Meriyati, M. Pd).

Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan cita-cita (Dr. Meriyati, M. Pd). Isniatun Munawaroh mengungkapkan, pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan, dan asesmen yang tepat bagi peserta didik.

Dalam peraturan pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa pengembangan belajar dilakukan dengan memperhatikan, tuntutan, bakat, minat, kebutuhan, dan kepentingan siswa. Selanjutnya, dalam orientasi pendidikan, peserta didik adalah pusat terjadinya proses belajar mengajar (student center), maka keberhasilan proses belajar mengajar itu bergantung pada tingkat pencapaian pengetahuan, keterampilan dan afeksi oleh peserta didik. Maka, guru sebagai pendesain pembelajaran hendak mempertimbangkan karakteristik peserta didik (Hani Hanifah, dkk).

C. Karakteristik Peserta Didik

1. Kemampuan Awal

Kemampuan yang telah dimiliki siswa sebelum ia mengikuti pembelajaran yang akan diberikan (Dick & Carey, 1990). Kemampuan awal menunjukkan status pengetahuan dan keterampilan siswa sekarang untuk menuju ke status yang akan datang yang diinginkan guru agar tercapai oleh siswa. Kemampuan awal dapat diukut melalui tes awal, wawancara (interview), dan mind map (peta konsep).

2. Bakat

Bakat adalah kemampuan alamiah atau bawaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relatif bisa bersifat umum (bakal intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Maksudnya, kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat (inherent) dalam diri seseorang. Bakat peserta didik dibawa sejak lahir dan terkait dengan struktur otaknya.

Genetik struktur otak telah terbentuk sejak lahir, tetapi berfungsinya otak sangat ditentukan oleh cara peserta didik berinteraksi dengan lingkungannya. Bakat yang dimiliki seseorang merupakan salah satu fakfor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. 

3. Motivasi

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006), motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Sedangkan menurut Winkel (2005), motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Selanjutnya, menurut Koeswara dalam Dimyati & Mudjiono (2009), motivasi adalah dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk di dalamnya perilaku belajar.

Dengan adanya motivasi, manusia akan bergerak dan mengarah pada hal yang menjadikan motivasi itu terealisasi. Motivasi dapat bersumber dari dalam diri sendiri (internal) dan dari luar (eksternel). Berikut pentingnya motivasi belajar untuk siswa.

  • Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
  • Menggambarkan tentang usaha belajar.
  • Mengarahkan kegiatan belajar.
  • Membesarkan semangat belajar.
  • Menyadarkan tentang perjalanan belajar kemudian bekerja.
Sardiman (2001) mengemukakan tiga fungsi dari motivasi, yaitu:
  • Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan
  • Motivasi berfungsi sebagai pengarah
  • Motivasi berfungsi sebagai penggerak

4. Gaya Belajar

Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal (Nasution, 2009). Secara klasikal, gaya belajar dalam proses pembelajaran terdapat tiga macam gaya belajar, yaitu:

  • Gaya belajar visual, menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka dapat memahami suatu konsep dengan baik.
  • Gaya belajar kinestetik, gaya ini mengharuskan individu yang bersangkutan untuk bergerak, bekerja, dan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.
  • Gaya belajar Auditorial, menitikberatkan atau mengandalkan pada indera pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat suatu informasi.

5. Retensi

Retensi adalah kemampuan untuk mengingat materi yang telah dipelajari. Retensi dalam belajar menunjukkan:

  • Materi pelajaran yang bermakna akan lebih mudah diingat peserta didik dibandingkan dengan materi yang tidak bermakna.
  • Benda yang jelas dan konkret akan lebih mudah diingat peserta didik dibanding dengan yang bersifat abstrak.
  • Retensi akan lebih baik untuk materi yang bersifat kontekstual.
  • Tingkat IQ tdak berkolerasi dengan retensi terhadap materi/konsep yang telah dipelajari peserta didik.
Selain itu, ada tiga faktor yang mempengaruhi retensi, yaitu:
  • Sesuatu yang dipelajari pada permulaan (original learning).
  • Belajar melebihi batas penguasaan (overlearning)
  • Pengulangan materi dengan interval waktu (spaced review)

6. Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi yang mengalami hambatan dalam mencapai suatu perubahan tingkah laku (berbentuk sikap, pengetahuan, maupun keterampilan). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar adalah sebagai berikut.

a). Faktor Internal Siswa, meliputi gangguan atau kekurangan maupun psiko-fisik siswa, yakni:

  • yang bersifat kognitif, seperti rendahnya kapasitas intelektual atau intelegeni siswa.
  • yang bersifat afektif, seperti labilnya emosi dan sikap.
  • yang bersfiat psikomotor, seperti ketergantungan alat-alat indera penglihatan dan pendengaran.
b). Faktor Eksternal Siswa, meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat) sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa.

Dari uraian di atas, peserta didik dalam kegiatan pendidikan merupakan objek utama yang kepadanya ialah segala yang berhubungan dnegan aktivitas pendidikan dirujukkan (Yeti dan Mumuh, 2014). Maka, karakteristik, gaya belajar, dan kecerdasan peserta didik perlu diketahui dan dipahami oleh para pelaksana pendidikan agar dapat merancang rencana pelaksanaan pendidikan dengan optimal.


Referensi:

Junawi. (2019). "Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran". Tarbawy: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 6, No. 2.

Hani Hanifah, dkk. (2020). "Perilaku dan Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Tujuan Pembelajaran". Manazhim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Pendidikan, Vol. 2, No. 1.

Dr. Meriyati, M.. Pd. (2015). "Memahami Karakteristik Anak Didik". Penerbit: Fakta Press IAIN Raden Intan, Lampung.

Komentar